Telusuri

Memuat...

Penulis dan Ilmuwan



0 komentar
Aktivitas menulis tak jauh beda dengan kerja ilmiah. Keduanya memerlukan daya kepekaan terhadap fenomena di sekitar. Kepekaan itulah yang kemudian menjalar ke naluri pengamatan. Tentunya, pengamatan itu tak sekadar melihat realitas lalu melupakan begitu saja tanpa membekas di dalam memori pikir. Pengamatan itu meliputi kekritisan dalam melihat, merasa, dan merefleksikan fenomena terhadap segala sesuatu yang melingkupinya.

Beberapa produk tulisan, baik artikel esai, ilmiah, maupun berita, dihasilkan dari proses pengamatan. Perbedaan hanya terletak pada metode pengamatannya. Artikel esai ditulis melalui penataan argumen dengan berbagai bukti secara mengalir. Tujuan utamanya, agar ide penulis dapat diterima pembaca dengan nyaman.
Sementara, tulisan ilmiah disusun berdasarkan pengamatan yang tersistem sesuai tahapan yang telah diatur dalam metode penelitian. Kerja penelitian merupakan proses verifikasi terhadap sebuah asumsi yang dilandasi teori. Setelah kita berasumsi terhadap fenomena dengan landasan teori dan hendak membuktikannya, kerja ilmiah menjadi senjata utama. Kerja ilmiah itu biasanya dilakukan dengan pengamatan lansung ke lapangan, dengan bantuan pelbagai sumber lain seperti dokumen tertulis dan hasil wawancara.

Pengamatan langsung di lapangan akan menghasilkan data primer. Sementara, penelusuran dokumen tertulis dan wawancara para aktor akan menghasikan data skunder. Artikel ilmiah merupakan hasil pendokumentasian data-data tersebut. Peneliti yang menghasilkan data-data ilmiah ini disebut sebagai ilmuwan. Kebaruan dan inovasi biasanya menjadi nilai yang diutamakan oleh ilmuwan.

Tak jauh beda dengan artikel ilmiah, berita juga ditulis berdasarkan proses verifikasi fakta. Perbedaanya hanya pada kemapanan metodologis yang menyertainya. Produk jurnalistik disusun dengan proses observasi dan wawancara. Hanya saja, prosesnya tidak terpaku pada metodologi ilmiah. Itu sesuai dengan nilai utama berita itu sendiri, yakni faktualitas dan informatif.

Persamaan paling mendasar dari produk-produk scripta tersebut terletak pada prinsip kebenaran yang diusung. Baik artikel ilmiah maupun berita, keduanya sama-sama menyampaikan kebeneran kepada khalayak. Kebenaran yang harus disampaikan oleh penulis, baik jurnalis maupun peneliti adalah kebenaran yang diperoleh dari proses verifikasi fakta untuk pembuktian yang terpercaya, bukan kebenaran absolut atau filosofis. Oleh karenaya, tidak berlebihan kiranya jika penulis disebut sebagai ilmuwan. [*]

0 komentar:

newer post older post